Langsung ke konten utama

Resume Materi W9

Object - Oriented Programming System (OOPS)

Object – oriented programming system (OOPS) adalah sebuah paradigma pemrograman yang berorientasi pada objek-objek. Konsep utama dari OOPS adalah bahwa sebuah program dibangun dari sekumpulan objek yang saling berinteraksi satu sama lain melalui pesan atau metode. Objek dalam OOPS memiliki atribut atau properti yang merepresentasikan state atau keadaan objek, dan method atau tingkah laku yang merepresentasikan operasi atau aksi yang dapat dilakukan oleh objek tersebut.

OOPS juga mencakup konsep pewarisan atau inheritance, yang memungkinkan pembuatan kelas-kelas turunan atau subclass yang mewarisi sifat dan method dari kelas utama atau superclass. Hal ini dapat mempermudah pembuatan kode yang modular dan dapat digunakan kembali (reusable code).

OOPS telah menjadi salah satu paradigma pemrograman yang paling populer dan banyak digunakan pada saat ini, terutama dalam pengembangan aplikasi desktop, web, dan mobile. Beberapa bahasa pemrograman yang mendukung OOPS antara lain Java, C++, Python, dan Ruby.




  1. Object: Objek adalah turunan atau instance dari kelas. Sebuah objek memiliki atribut dan metode yang didefinisikan oleh kelas tersebut. Ketika objek dibuat, objek ini memiliki atribut dan metode yang telah ditentukan dalam kelas tersebut. Objek memiliki data konkret yang terkait dengan kelas tersebut, dan bisa melakukan operasi atau memanipulasi data tersebut dengan menggunakan metode yang telah ditentukan dalam kelas. Dalam Java, objek dibuat dengan menggunakan operator "new" diikuti dengan nama kelas dan parameter yang diperlukan dalam kurung.
  2. Class: mendefinisikan identitas objek, yang merupakan blueprint untuk membuat objek. Ini mendefinisikan satu set atribut (data) dan metode (fungsi) yang akan dimiliki objek kelas. Dalam kelas, kita menentukan atribut dan metode yang akan dimiliki oleh objek yang akan dibuat nanti. Kelas adalah entitas abstrak yang hanya menyediakan definisi, dan belum ada data konkret yang terkait dengan kelas tersebut. Dalam Java, kelas didefinisikan dengan kata kunci "class" diikuti dengan nama kelas dan tubuh kelas dalam kurung kurawal.
  3. Inheritance (pewarisan) adalah salah satu konsep penting dalam pemrograman berorientasi objek (OOP) di Java. Inheritance memungkinkan pembuatan kelas baru (kelas anak atau subclass) berdasarkan pada kelas yang sudah ada (kelas induk atau superclass). Kelas anak mewarisi semua atribut dan metode dari kelas induk, sehingga kelas anak dapat memperluas atau memodifikasi sifat-sifat kelas induk.
  4. Polymorphism: Konsep ini memungkinkan sebuah objek memiliki banyak bentuk (type) yang berbeda, tergantung pada konteks pemanggilan. Polymorphism dapat dicapai melalui overriding (menimpa) method dari parent class atau melalui konsep interface.
  5. Abstraction: Konsep ini memungkinkan objek untuk hanya mengekspos fungsi-fungsi yang diperlukan untuk digunakan oleh pengguna, tanpa harus mengungkapkan detail-detail internal yang tidak diperlukan. Hal ini memungkinkan untuk membuat kode yang lebih modular dan dapat diubah dengan lebih mudah.
  6. Encapsulation: Konsep ini menyatakan bahwa objek harus memiliki state (keadaan) dan behavior (tingkah laku) yang terkait dalam satu kesatuan, dan dibatasi dari objek lain di luar objek tersebut. Hal ini dapat dilakukan dengan membuat properti dan method pada objek yang bersifat private sehingga hanya dapat diakses dari dalam objek tersebut.

Komentar